LAPORAN
PRAKTIKUM
LAPANGAN K3 DAN HUKUM PERBURUHAN
“
IMPLEMENTASI K3 DI PT. BUMI SARANA PRIMA MAKMUR KENDARI”
DISUSUN
OLEH KELOMPOK I :
1.
AHMAD
NURUL HASAN F1B314004
2.
YUSMAN
SULAEMAN F1B314007
3.
HASRAWATI F1B314001
4.
CATRIA
ANDANI SAWITRI F1B314003
5.
ABDUL
RAHMAN F1B314002
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN KONSENTRASI REKAYASA
SOSIAL TAMBANG
FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2015
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan laporan dengan judul ” Pengaruh Pelaksanaan
Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Produktivitas Kerja
Karyawan pada PT. Bumi Sarana Prima Makmur ”.Laporan ini disusun sebagai tugas
final mata kuliah K3 dan Hukum Perburuhan.
Dalam kesempatan ini kami
mengucapkan terimah kasih pada bapak dosen yang telah membimbing kami dalam
mata kuliah K3 dan Hukum Perburuhan ini. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan
laporan ini jauh dari sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasa, atau pun
penulisannya. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun, khususnya dari dosen mata kuliah guna menjadi acuan dalam bekal
pengalaman bagi kami untuk lebih baik dimasa yang akan datang.
Kami berharap semoga laporan ini
dapat bermanfaat terhadap pembaca dan menjadi bahan acuan pembelajaran.
Kendari,
27 Oktober 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
………………………………………………………… 1
1.2 Tujuan dan manfaat
………………………………………………….. …. 2
1.3 Lokasi pengamatan……………………………………………………. 3
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA
BAB
III METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan tempat……………………………………………………… 5
3.2 Alat dan bahan…………………………………………………………. 5
3.3 Metode penelitian……………………………………………………… 5
BAB
1V PEMBAHASAN
4.1 Profil perusahaan………………………………………………………. 6
4.2 Implementasi K3 di PT. Bumi
Sarana Prima Makmur………………... 6
4.2.1 Keselamatan
Kerja……………………………………….. 7
4.2.2
Kesehatan
dan gizi karyawan/pekerja……………………. 7
4.2.3
Lingkungan
kerja karyawan/pekerja……………………… 8
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan……………………………………………………….... 9
5.2 Saran………………………………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tuntutan
terhadap pentingnya pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja diberbagai
bidang didasarkan terhadap isu tentang persaingan bebas. Kesiapan industry diberbagai
sector dalam menghadapi persaingan global dan kebijakan pemerintah yang seiring
dengan arus globalisasi tidak lepas dari upaya-upaya yang membudidayakan
program keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan
undang-undang No. 14 tahun 1969 tentang pokok-pokok tenaga kerja dimana perlindungan
atau keselamatan karyawan dijamin pada pasal 19 yaitu setiap tenaga kerja berhak
mendapatkan perlindungan atas keselamatan, kesehatan, pemeliharaan moral kerja serta
perlakuan yang sesuai dengan mertabat dan moral agama.
Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3) adalah salah satu program yang dibuat oleh pekerja maupun
pengusaha sebagai upaya mencegah timbulnya kecelakaan dan penyakit akbat kerja dengan
cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan akibat kerja serta
tindakan antisipatif apabila terjadi kecelakan saat bekerja. Pelaksanaan K3
adalah salah bentuk upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan
sejahtera, bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta bebas pencemaran
lingkungan menuju peningkatan produktivitas.
Tujuan
dari dibuatnya program K3 adalah untuk mengurangi biaya perusahaan apabila timbul
kecelakaan dan penyakit akibat kerja, mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan
baiksecarafisik, sosial, danpsikologis.
Penggunaanperlengkapandanperalatankerjasebaiknya, adanya jaminan atas pemeliharaan
dan peningkatan kesehatan gizi pekerja, dan meningkatkan keserasian kerja dan partisipasi
kerja.
Kegiatan
operasi yang dilakukan di dalam industri semen sangat rawan terhadap kecelakaan
serta penyakit akibat kerja dan pencemaran yang dapat menyebabkan kerugian baik berupa aspek materi
(aset perusahaan, sumber daya manusia, dan lingkungan hidup) maupun aspek non
materi (citra perusahaan). Sistem manajemen K3 di PT. BINA SARANA PRIMA MAKMUR
yang merupakan anak perusahaan dari PT. UJUNG MAKMUR JAYA sudah berjalan seperti
yang diharapkan sehingga tidak terlalu mengkhawatirkan. Walaupun masih ada para
karyawan yang tidak meggunakan alat pelindung diri.
Menyadari
pentingnya K3 bagi pekerja, serta persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap perusahaan
di eraglobalisasi ini, maka upaya untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja
harus menjadi prioritas dan komitmen semua pihak baik pemerintah maupun swasta dari
tingkat pimpinan sampai ke seluruh karyawan dalam manajemen perusahaan.
Perlindungan tenaga kerja dari bahaya dan penyakit akibat kerja atau akibat dari
lingkungan kerja sangat dibutuhkan oleh tenaga kerja agar tenaga kerja merasa aman
dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaannya.
1.2 Tujuan
dan Manfaat
Adapun
tujuan dan maanfaat yang dapat diperoleh dari laporan Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3) yaitu :
1. Dapat
mengetahui proses kegiatan pembuatan semen di PT. Bumi Sarana Prima Makmur Semen
Bosowa (Mata) Kota Kendari.
2. Dapat
mengetahui pengaruh pelaksanaan program K3 terhadap produktivitas kerja karyawan
pada PT. Bumi Sarana Prima Makmur Semen Bosowa (Mata) Kota Kendari.
3. Dapat
mengetahui jenis alat dan kelengkapan kerja yang digunakan karyawan PT. Bumi Sarana
Prima Makmur Semen Bosowa (Mata) Kota Kendari.
1.3 Lokasi
Pengamatan
Kami melakukan survey lapangan pada hari
Rabu, 21 Oktober 2015 di PT. Bumi Sarana Prima Makmur Semen Bosowa (Mata) Kota
Kendari, dengan mendapatkan titik kordinat S = 3058’13.6776”, dan E
= 122036’20.3292”. Titik koordinat ini akan kami gunakan dalam pembuatan
peta.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Arti penting dari kesehatan dan keselamatan kerja bagi
perusahaan adalah tujuan dan efisiensi perusahaan sendiri juga akan tercapai
apabila semua pihak melakukan pekerjaannya masing-masing dengan tenang dan
tentram, tidak khawatir akan ancaman yang mungkin menimpa mereka. Selain itu
akan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas nasional. Setiap kecelakaan
kerja yang terjadi nantinya juga akan membawa kerugian bagi semua pihak.
Kerugian tersebut diantaranya menurut Slamet Saksono (1988: 102) adalah
hilangnya jam kerja selama terjadi kecelakaan, pengeluaran biaya perbaikan atau
penggantian mesin dan alat kerja serta pengeluaran biaya pengobatan bagi korban
kecelakaan kerja.
Keselamatan
dan kesehatan kerja bertalian dengan apa yang disebut dengan kecelakaan kerja.
Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan kerja
yang disebabkan karena faktor melakukan pekerjaan. (Suma’mur, 1981: 5).
Kecelakaan kerja juga diartikan sebagai kecelakaan yang terjadi di tempat kerja
atau suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki yang
mengacaukan proses aktivitas kerja. (Lalu Husni, 2003: 142). Kecelakaan kerja
ini disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor dalam hubungan pekerjaan
yang dapat mendatangkan kecelakaan ini disebut sebagai bahaya kerja. Bahaya
kerja ini bersifat potensial jika faktor-faktor tersebut belum mendatangkan bahaya.
Jika kecelakaan telah terjadi, maka disebut sebagai bahaya nyata. (Suma’mur,
1981: 5).
Karena setiap kecelakaan tentulah ada
penyebabnya dan dengan mengetahui penyebab suatu kecelakaan dapat dicegah
sebelum terjadi. Pada hakekatnya kecelakaan akibat kerja itu dapat diramalkan,
sehingga dapat dicegah dan ditekan angka kesakitannya. Banyak sekali faktor
yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Secara umum faktor-faktor yang
berpotensi menimbulkan terjadinya kecelakaan adalah faktor manusia atau
pekerja, faktor mesin atau alat dan lingkungan kerja yang mana ketiga faktor
tersebut dapat dikendalikan oleh suatu sistem manajemen. Semakin banyak
perusahaan menggunakan mesin-mesin, penambahan instalasi-instalasi modern,
serta bahan-bahan berbahaya lainnya, selain mempermudah proses produksi, tetapi
juga menambah jumlah dan ragam sumber bahaya di tempat kerja. Ini dapat
menimbulkan lingkungan kerja yang kurang memenuhi syarat keamanan, proses dan
sifat pekerjaan yang berbahaya, serta meningkatkan intensitas kerja operasional
tenaga kerja. Masalah tersebut di atas akan mempengaruhi dan mendorong
peningkatan jumlah maupun tingkat keseriusan kecelakaan kerja, penyakit akibat
kerja dan pencemaran lingkungan. Sehingga dianggap perlu untuk meningkatkan
kualitas dan kedisiplinan untuk melaksanakan sistem manajemen keselamatan dan
kesehatan kerja. (Achmadi, 1989:21).
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan tempat
Praktikum ini kami laksanakan pada hari Rabu
tanggal 21 Oktober 2015 pukul 13.00 – 15.30 WITA yang bertempat di PT. BUMI
SARANA PRIMA MAKMUR SEMEN BOSOWA Kasilampe kota Kendari.
3.2
Alat
dan bahan
Alat dan bahan yang kami gunakan pada praktikum
lapangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja( K3 ) di PT. BUMI SARANA PRIMA MAKMUR
SEMEN BOSOWA Kasilampe kota Kendari, adalah sebagai berikut :
1. Kamera
2. Handphone/smartphone
3. Alat
tulis
4. ID
card
5. Lembar
kuesioner
6. Papan
pengalas
3.3 Teknik pengumpulan data
Metode penelitian yang kami gunakan adalah
metode kuesioner yaitu metode Tanya jawab antara penanya dengan responden untuk
mendapatkan informasi.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Profil perusahaan
PT. Bumi Sarana Prima Makmur adalah salah
satu cabang perusahaan PT. Bosowa Makassar dan merupakan anak perusahaan dari
PT. Ujung Makmur Jaya. PT. Sarana Prima Makmur juga merupakan distributor yang
terletak di JL. R.A Kartini Kasilampe, kota Kendari, Sulawesi Tenggara yang
diresmikan pada tanggal 8 Desember 2010 oleh Gubernur Sulawesi Tenggara bapak
H. Nur Alam SE, Msi.
PT. Bumi Sarana Prima Makmur adalah perusahaan
yang bergerak dalam bidang finishing semen. Perusahaan ini merupakan satu –
satunya distributor semen Bosowa di
Sulawesi Tenggara yang memiliki pabrik pengepakan sendiri. Perusahaan ini memiliki
beberapa sub distributor yang ada di Sulawesi Tenggara diantaranya Kendari, Konawe
Selatan, Kolaka Timur. Sedangkan untuk daerah kepulauan PT. Bumi Sarana Prima
Makmur belum memiliki sub distributor disebabkan karena biaya pengiriman yang
tidak efisien.
4.2 Implementasi K3 di PT. Bumi Sarana
Prima Makmur
Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah hal
yang sangat penting dan urgen dilakukan disetiap perusahaan. Hal ini dilakukan
agar para pekerja atau karyawan di suatu perusahaan merasa aman dan nyaman dalam
melakukan pekerjaan mereka. Penelitian kali ini kami membahas tentang implementasi
K3 di PT. Bumi Sarana Prima Makmur dengan narasumber kami yaitu bapak Ayub S.P.
Beliau menjabat sebagai pimpinan perusahaan
PT. Bumi Sarana Prima Makmur. Beliau berusia 63 tahun. Penddidikan terakhir beliau
adalah D3 Teknik Sipil( pembangunan fisik ), dan Beliau bekerja di perusahaan tersebut
selama+10 tahun.
4.2.1 KeselamatanKerja
Hal pertama yang kami tanyakan adalah tentang
pelindung kerja di perusahaan tersebut. Menurut paparan narasumber bahwa pihak perusahaan
telah menyediakan alat pelindung seperti helm, sepatu sefty, masker, dan sarung
tangan. Untuk sarung tangan sendiri para karyawan tidak banyak yang memakainya karena
pernah terjadi insiden, yaitu salah satu karyawan yang bekerja di tempat tersebut
pernah mengalami kecelakaan kerja akibat memakai sarung tangan.
Selain itu juga peralatan kerja yang
dipakai sampai saat ini masih dalam kondisi baik dan layak pakai. Apabila terjadi
kerusakan pada salah satu peralatan maka perusahaan menyediakan bel khusus sebagai
alarm. Kemudian selain digunakan sebagai tanda bahaya bel ini juga digunakan sebagai
pemula pekerjaan dan memulai produksi. Kemudian untuk rambu – rambu peringatan tentang
K3 itu sudah diberikan oleh Departemen Ketenagakerjaan yang pernah berkunjumg
di perusahaan tersebut. Kemudian apabila terjadi kebakaran yang nantinya akan semakin
parah, maka pihak perusahaan menyediakan alat pemadam kebakaran yaitu CO2(
Carbon Dioxide ).
4.2.2 Kesehatan dan gizi karyawan/pekerja
Kesehatan adalah merupakan hal yang sangat
dibutuhkan oleh setiap karyawan disuatu perusahaan, karena apabila para
karyawannya sehat maka hal ini akan menunjang suatu perusahaan menjadi lebih produktif.
PT. Bumi Sarana Prima Makmur sendiri telah
menyediakan obat – obatan untuk pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan.
Perusahaan ini juga memberikan jaminan kesehatan bagi para karyawannya seperti JAMSOSTEK
untuk hari tua dan BPJS untuk kesehatan. Perusahaan juga memberikan pendidikan mengenai
pentingnya kesehatan dalam menyelesaikan pekerjaan, hal ini dikarenakan seringnya
pihak perusahaan diundang oleh JAMSOSTEK atau BPJS kesehatan khususnya tentang
K3.
Setiap karyawan yang sakit akan dirujuk ke
rumah sakit, apabila sakit ringan akan dibawa ke puskesmas Mata. Sedangkan untuk
BPJS sendiri para karyawan diharuskan membayar iuran sesuai standar yang telah ditetapkan
pemerintah. Sehingga apabila ada karyawan yang sakit parah itu sudah merupakan
tugas BPJS kesehatan untuk menanganinya.
Untuk gizi para pekerja perusahaan tidak
terlalau menanganinya karena para pekerja lebih memilih mencari makanan sendiri
dari pada disediakan oleh perusahaan. Upah para pekerja biasanya digunakan
untuk mencari makanan, kadang – kadang perusahaan juga memberikan uang tambahan
untuk para pekerja.upah yang diberikan oleh perusahaan sesuai dengan upah
minimum provinsi.
4.2.3 Lingkungan kerja
karyawan/pekerja
Pemeriksaan kadar debu di lingkungan
perusahaan rutin dilaksanakan terutama di bagian mesin Dust Collector. Karena
mesin ini adalah merupakan mesin yang menyaring debu, sehingga udara aman untuk
dihirup. Alhamdulillah sampai saat ini lingkungan masih terlihat bersih dan
aman. Selain itu perusahaan juga memiliki sarana pengolahan limbah , pengolahan
limbah tersebut telah dilaksanakan sesuai prosedur.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat
disimpulkan bahwa keselamatan para pekerja di PT. Bumi Prima Makmur telah dijamin
oleh pihak perusahaan. Hal itu karena alat – alat keselamatan kerja di
perusahaan tersebut telah memenuhi standar SNI. Untuk masalah kesehatan pra
pekerja, pihak perusahaan telah menyerahkan sepenuhnya kepada para pekerjanya
dan telah melakukan sosialisasi tentang JAMSOSTEK dan BPJS kesehatan.
5.2 Saran
Saran yang dapat kami berikan kepada
pihak perusahaan adalah ada baiknya dilakukan pemeriksaan kesehatan kepada para
pekerjanya, dan juga perusahaan menyediakan makanan yang telah diuji kesehatan
dan amannya makanan tersebut untuk dikonsumsi.Sedangkan untuk para pekerja,
sebaiknya berhati – hati dalam melakukan pekerjaan karena peralatan yamg
digunakan dalam proses produksi semen adalah lebih banyak yang berhubungan
dengan elektrik.
DAFTAR PUSTAKA
Husni, Lalu.
2003. Hukum Ketenagakerjaan Indonesia.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Markkanen, Pia
K. 2004. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
di Indonesia. Jakarta : Internasional Labour Organisation Sub Regional
South-East Asia and The Pacific Manila Philippines
Saksono, Slamet. 1998. Administrasi
Kepegawaian. Yogyakarta: Kanisius.
Suma’mur. 1981.
Keselamatan Kerja dan Pencegahan
Kecelakaan. Jakarta: Gunung Agung.
Sutrisno dan
Kusmawan Ruswandi. 2007. Prosedur
Keamanan, Keselamatan, & Kesehatan Kerja. Sukabumi: Yudhistira.
http://saintek.uin-suka.ac.id/file_kuliah/manajemen%20lab%20kimia.doc. Di akses pada tanggal 24 November 2015
http://sarisolo.multiply.com/journal/item/35/kecelakaan_kerja_di_perusahaan. Di akses pada tanggal 24 November 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar